Bir Pletok yang Segar dan Tidak Memabukan

Halo Food Lovers


Dari namanya memang sedikit terlarang, karena nama bir biasayan orang mengarah ke minuman keras yang memabukan. Bir pletok adalah nama minuman khas betawi yang terdengar aneh dan membuat penasaran.

Jika kamu minum kebanyakan, dijamin tidak akan mabuk karena minuman ini nol persen alkohol. 

Minuman penyegar yang akrab di betawi in dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Warna bir pletok memang seperti campuran bir dan anggur. Tapi rasanya sama sekali tidak asam atau pahit. Bir pletok justru manis. Juga tidak ada gigitan soda seperti saat bir biasa menyentuh lidah peminumnya. Tentu saja tidak memabukkan.

Minuman ini juga berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.

Tidak hanya itu, menurut kompas.comBir pletok disebut-sebut sebagai salah satu mahakarya kuliner Indonesia. Pada 2012, bir pletok masuk dalam 30 ikon kuliner nusantara oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada masa itu.

bir pletok sangat prestisius untuk orang Betawi. Bak wine yang selalu ada pada perayaan kemenangan orang Eropa. Bir pletok juga menjadi simbol kemewahan dan kesuksesan perayaan orang Betawi.

Dari tiga perayaan utama orang Betawi yaitu sunatan, pernikahan, dan kematian, ketiganya ada bir pletok sebagai suguhan. Namun, yang paling wajib ialah pernikahan karena prestisnya yang paling tinggi.

Bagaimana sejarah singkatnya?

Konon, pada zaman Belanda dulu, masyarakat Betawi melihat orang-orang Belanda mengonsumsi minuman dingin dengan busa di atasnya, yang berfungsi menghangatkan tubuh. 

Namanya; bir. Maka masyarakat Betawi pun mencoba membuat versinya sendiri. Bermodalkan bahan-bahan yang sudah disebutkan di atas tadi, minuman itu lantas ditambahkan es batu kemudian dimasukkan ke dalam bambu, ditutup, dikocok, sebelum akhirnya dituangkan ke gelas. 

Nah, dalam proses saat minuman dengan es batu ini dikocok dalam bambu, terdengar suara semacam, “Pletak, pletok, pletak, pletok.” Hence, there’s the name; bir pletok! Pula, dari hasil pengocokan itu, ada buih yang dianggap serupa dengan busa sebagai crown pada bir.


1 komentar:

  1. Selama hampir 6 tahun tinggal di ibu kota blm pernah minum bir pletok huwaaa, nyarinya dmn ya....

    BalasHapus

Terimakasih telah berkomentar. Komentar yang bersifat SPAM tidak akan di approve.